rss
email
twitter
facebook

Tuesday, October 23, 2012

Review Aplikasi ERP: Compiere

Compiere Inc.merupakan penyedia open source ERP dan CRM, yang berkembang dan mendapatkan perhatian dari pembuat keputusan di pasaran software ERP. Compiere adalah pionir dalam pengembangan aplikasi ERP secara open source.  Compiere baru-baru ini mendapatkan penghargaan  sebagairecently " 2008 InfoWorld Bossie Award – Aplikasi Open Source Terbaik” . Kemampuan Compiere’s dalam Enterprise Resource Planning (ERP) dan Customer Relationship Management (CRM) sebagai berikut:

•          Financial Management (Accounting)
•          Sales Order Management
•          Materials Management (Purchasing)
•          Warehouse Management
•          Customer Service (Support & Self-Service)



Role-Base User Interface 

Salah satu hal yang paling  di sukai dalam Compiere adalah fleksibilitas untuk beradaptasi dengan organisasi dan peran dalam sebuah organisasi. Melalui beberapa sumber yang ada, telah ditemukan bahwa 80% dari pengguna ERP, menggunakan sekitar 20% dari fitur dan fungsi yang tersedia bagi mereka. Dalam Compiere kemampuan untuk menyesuaikan pengalaman penguna pada saat online dalam hal  'tampilan dan nuansa' didefinisikan dengan mudah menggunakan Roles. Roles yang mudah di setup oleh administrator sehingga tidak diperlukan keahlian khusus dalam development . Menu, jendela, bentuk dan bidang yang tersedia untuk pengguna semua ditentukan oleh Roles. Ketika Roles ditetapkan, mereka di spesifikan  kedalam kelompok-kelompuk User task dan tanggung jawab untuk memastikan bahwa pengguna hanya melihat apa yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan mereka. Meskipun array yang luas dari fitur dan fungsionalitas Compiere dapat memudahkannya untuk menyediakan antarmuka pengguna yang sederhana dan  efisien untuk pengguna.

Adaptability

Compiere menggunakan arsitektur model-driven inovatif yang memberikan Anda kemampuan beradaptasi belum pernah terjadi sebelumnya, kecepatan penyebaran dan biaya kepemilikan yang lebih rendah. 'Application Dictionary' The Compiere adalah perpustakaan logika bisnis meta-data yang dapat diperbarui atau diperpanjang untuk memungkinkan organisasi untuk beradaptasi agar sesuai dengan kebutuhan yang unik dari bisnis mereka. Tingkat dan tingkat kustomisasi yang dapat dicapai dengan menggunakan 'Dictionary Application' akan membutuhkan waktu pengembangan yang signifikan dan usaha dalam aplikasi lainnya. Compiere memungkinkan adaptasi ini tetap menjaga upgradability dengan mudah. Waktu dan biaya ini menghemat selama pelaksanaan awal serta selama upgrade periodik memberikan kontribusi biaya yang sudah rendah kepemilikan bila dibandingkan dengan solusi ERP tradisional.

Warehouse Management

Dirilis pada Compiere 3.2, menawarkan salah satu modul terbaik mereka sampai saat ini - WMS (Warehouse Management System). WMS memperluas modul Material Manajemen sudah padat dengan berbagai fungsi baru yang mengotomatisasi operasi inbound, pergudangan dan outbound. Hal ini sangat ideal untuk organisasi yang mencari untuk memotong biaya, meningkatkan produktivitas, mengurangi pemanfaatan ruang gudang atau meningkatkan kepuasan pelanggan.

Pada bagian tengah modul WMS adalah mesin aturan yang sangat fleksibel dan dapat dikonfigurasi untuk menyiapkan gerakan cerdas bahan melalui semua tahapan operasi manajemen gudang. Hal perluasan modul Manajemen Bahan ditawarkan oleh Compiere dengan biaya tambahan per pengguna atau per gudang. Jika sebuah organisasi hanya membutuhkan persediaan dasar dan fungsi manajemen bahan, di sarankan untuk menggunakan fungsi dalam modul Manajemen Bahan tanpa biaya tambahannya adalah solid dan mature. Namun, untuk ukuran pertengahan hingga organisasi yang lebih besar dalam distribusi, industri ritel atau manufaktur di mana operasi gudang yang kompleks, ada gudang banyak atau jumlah item dan transaksi tinggi - fungsi canggih yang disediakan oleh WMS bernilai biaya tambahan . Dalam situasi di mana Anda mungkin akan mencari untuk memotong biaya pergudangan yang berkaitan dengan bergerak gudang dan pemanfaatan - Compiere solusi WMS adalah layak melihat baik sebagai add-on untuk implementasi Compiere lebih besar atau sebagai bagian dari solusi ERP terintegrasi.

Contoh Tampilan Compiere
                                                    
Menu pada compiere, yaitu adalah Order Management, Procurement, Material Management, Returns, Costing, Application, Dictionary,  Material Management, Partner Relations, Project Management Performance Analysis, dll. dibawah ini merupakan contoh dari dari model yang tersedia

 • Quote to cash



Modul untuk menjalankan proses penjualan,pembuatan penawaran ke pelanggan, serta melakukan penagihan pembayaran. Dapat pula membuat invoice dan menerima pembayaran dari pelanggan.

• Requisition to pay



Bagian ini berfungsi untuk mengendalikan proses pembelian barang, penjadwalan hutang, serta mengatur pembayaran ke pemasok.

Muhammad Reza Adriansyah
13109299
4KA16


ReadMore...

Tuesday, October 16, 2012

Contoh Kasus SCM

Diskusi SCM Pada Perusahaan Biskuit Kaleng

Untuk produk biskuit kaleng yang dipasarkan di pasar lokal dan juga ke beberapa negara tetangga, perusahaan apa sajakah yang terlibat sehingga anda bisa membeli produk tersebut di sebuah supermarket?

Poo+ merupakan produk biscuit kaleng yang akan di jual di dalam negeri dan luar negeri. Dalam pembuatan produk biskuit Poo+ ini di libatkan distributor bahan baku untuk memunuhi kebutuhan pembuatan biskuit, seperti:

  • Gula :  di dapat dari petani tebu yang telah di proses oleh pabrik menjadi gula.
  • Coklat : di dapat dari petani biji coklat yang telah di prose oleh pabrik menjadi coklat.
  • Terigu : di dapat dari petani gandum yang telah di prose oleh pabrik menjadi terigu.
  • Kacang : di dapat dari petani kacang.
  • Telur : di dapat dari peternak ayam untuk diambil telur-nya.
  • Susu : di dapat dari peternak sapi untuk diambil susu-nya.
  • Margarine : di dapat dari pabrik margarine.

Semua bahan baku yang telah di dapat dari distributor bahan baku nantinya akan di proses pabrik pembuatan biscuit.

Setelah biscuit telah jadi proses pengemasan dilakukan di pabrik yang berbeda, sedangkan proses pemasaran dilakukan oleh distributor luar negeri yang telah bekerja sama dengan mitra bisnis yang berada disana dan dalam negeri yang akan disalurkan ke toko, supermarket, dan minimarket sehingga konsumen dapat menikmati produk tersebut.

Gambarkan supply chain dari produk ini.



                                  (click gambar diatas untuk memperbesar gambar)

SEVERAL CRITICAL QUESTIONS

• Where do you source your materials?
(Dimana kamu mendapatkan bahan baku?)
Bahan baku didapatkan dari distributor bahan baku yang sudah diolah oleh pabrik dari hasil petani dan peternak.

• Where do you process or convert them? 
(Di mana Anda memproses atau mengkonversi produk tersebut?)
Dilakukan di beberapa pabrik yang telah kami atur dalam SCM diatas.

• What channels of distribution do you use?
(Apa saluran distribusi yang Anda gunakan?)
Distribusi yang kami lakukan dengan menjual produk kami di dalam negeri maupun di luar negeri yang disalurkan ke toko, supermarket, dan minimarket dengan tujuan memudahkan konsumen mendapatkan produk kami.

• How do you build a strong relationship with your suppliers and customers?
(Bagaimana Anda membangun hubungan yang kuat dengan pemasok dan pelanggan Anda?)
Dengan memberikan keuntungan yang jelas sesuai dengan kesepakatan yang telah di setujui baik dari pihak distributor bahan baku, sedangkan untuk konsumen kami memberikan harga yang relatif murah di bandingkan produk biscuit yang telah ada.

• How do you get direct information from your end-consumers?
(Bagaimana Anda mendapatkan informasi langsung dari Anda akhir-konsumen?)
Kami memperkerjakan beberapa orang untuk mengetahui respon konsumen seperti kritik, saran, dan keinginan konsumen di beberapa supermarket untuk meningkatkan kualitas baik pada produk dan pelayanan kami. 

• What logistics structure should you impose?
(Apa struktur logistik harus Anda terapkan?)
Bahan baku dan proses pengemasan merupakan hal yang terpenting dalam meningkatkan kualitas produk ini.

• How do you coordinate your information flows and systems globally?
(Bagaimana Anda mengkoordinasikan arus informasi dan sistem secara global?)
Kami memiliki patner atau mitra bisnis di setiap Negara yang menjual produk kami sehingga kami dapat melihat informasi dan system yang dipakai oleh produk kami di luar negeri.

• And how do you set up incentive systems for all of your partners in the supply chain to optimize overall performance?
(Dan bagaimana Anda menyiapkan sistem insentif untuk semua mitra Anda dalam rantai pasokan untuk mengoptimalkan kinerja secara keseluruhan?)
Kami telah membuat jadwal pemasokan produk setiap bulannya untuk menghindari kurangnya pasokan di negara lain yang membuat kurang optimal dalam kinerja penjualan.


Muhammad Reza Adriansyah
13109299
4KA16

ReadMore...

Wednesday, July 4, 2012

Abstraksi


      Penulisan ilmiah ini membahas tentang  bagaimana membuat aplikasi sistem pakar untuk memberikan pilihan yang terbaik untuk pemilihan notebook dengan menggunakan PHP, CSS, HTML, dan MySQL. Sistem Pakar dapat diartikan sebagai sebuah perangkat lunak komputer yang memiliki basis pengetahuan untuk domain tertentu dan menggunakan penalaran inferensi menyerupai seorang pakar dalam memecahkan suatu masalah. Model sistem pakar yang dibuat diimplementasikan ke dalam sebuah aplikasi. Aplikasi ini dibuat bertujuan untuk membantu kita dalam memilih notebook yang tepat dengan pekerjaan masyarakat tanpa harus pergi ke toko computer untuk menanyakan spesifikasi yang sesuai dengan dana yang dimiliki calon pembeli.

ReadMore...

Friday, June 29, 2012

Perbedaan Analisa Berbasis Objek dan Yang Terstruktur

Analisa berbasis objek / Dekomposisi obyek yaitu, memungkinkan seorang analis untuk memecah masalah menjadi pecahan-pecahan masalah dan bagian-bagian yang dimanage secara terpisah, memungkinkan adanya standarisasi obyek yang akan memudahkan memahami desain dan mengurangi resiko pelaksanaan proyek. Sedangkan pada analisa terstruktur yaitu, konsep mengarah pada sistem yang ideal, berorientasi ke masa dating, mengurangi ketergantungan pada disainer.

Kekurangan pada analisa berbasis objek yaitu, menggunakan konsep reuse. Reuse merupakan salah satu keuntungan utama yang menjadi alasan digunakannya OOAD (object-oriented analysis and design). Namun demikian, tanpa prosedur yang emplisit terhadap reuse, akan sangat sulit untuk menerapkan konsep ini pada skala besar. Sedangkan kekurangan pada analisa terstruktur yaitu,  berorientasi utama pada proses, sehingga mengabaikan kebutuhan non-fungsional.


sumber:
http://dcyber09.wordpress.com/2012/06/26/perbedaan-analisa-berbasis-objek-dan-terstruktur/

ReadMore...

Analisa dan Perancangan Berorientasi Objek

Analisa dan Perancangan Berorientasi Objek adalah cara baru dalam memikirkan suatu masalah dengan menggunakan model yang dibuat menurut konsep sekitar dunia nyata. Dasar pembuatan adalah objek, yang merupakan kombinasi antara struktur data dan perilaku dalam
satu entitas.
Pengertian "berorientasi objek" berarti bahwa kita mengorganisasi perangkat lunak sebagai kumpulan dari objek tertentu yang memiliki struktur data dan perilakunya ,
Karakteristik dari Objek itu sendiri terdiri dari Objek dan Kelas Objek, 



Objek

  • Identitas berarti bahwa data diukur mempunyai nilai tertentu yang 
     
    membedakan entitas disebut Objek.
  • Objek dapat kongkrit, seperti halnya arsip dalam sistem, atau 
     
    konseptual seperti kebijakan penjadualan dalam multiprocessing 
     
    pada sistem operasi.
  • Setiap objek mempunyai sifat yang melekat pada identitasnya
  • Dua objek dapat berbeda walaupun bila semua nilai atributnya 
     
    identik.


Kelas Objek
  • Kelas merupakan gambaran sekumpulan Objek yang terbagi dalam atribut, operasi, metode, hubungan, dan makna yang sama.
  • Suatu kegiatan mengumpulkan data (atribut) dan perilaku (operasi) yang mempunyai struktur data sama ke dalam satu grup.
  • Kelas Objek merupakan wadah bagi Objek. Dapat digunakan untuk menciptakan Objek.
  • Objek mewakili fakta/keterangan dari sebuah kelas.



sumber:

ReadMore...

Perbedaan UML dengan DFD

Pengertian UML : Unified Modeling Language adalah bahasa spesifikasi yang telah menjadi standar untuk merancang, mendokumentasikan, menspesifikasikan, dan membangun sistem perangkat lunak. UML adalah himpunan terstruktur dan teknik untuk pemodelan design program berorientasi objek (OOP) serta aplikasinya.


UML tidak hanya merupakan bahasa visual saja, namun juga dapat secara langsung dihubungkan ke berbagai bahasa pemrograman, seperti JAVA, C++, Visual Basic, atau bahkan dihubungkan secara langsung ke dalam sebuah oject-oriented database. UML sendiri dikembagkan oleh Grady Booch, Jim Rumbaugh, dan Ivar Jacobson dengan tujuan sebagai alat untuk analisis dan design berorientasi objek.


Pengertian DFD : Data Flow Diagram (DFD) adalah suatu diagram yang menggunakan notasi-notasi untuk menggambarkan arus dari data sistem yang penggunaanya sangat membantu untuk memahami sistem secara logika, terstruktur dan jelas. DFD merupakan alat bantu yang digunakan untuk menggambarkan atau menjelaskan sistem yang sedang berjalan secara logis.





Sumber :
http://www.uml-diagrams.org/uml-22-diagrams.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Data_flow_diagram

ReadMore...

Thursday, May 31, 2012

UML

UML (Unified Modeling Language) adalah metode pemodelan secara visual sebagai sarana untuk merancang dan atau membuat software berorientasi objek. Karena UML ini merupakan bahasa visual untuk pemodelan bahasa berorientasi objek, maka semua elemen dan diagram berbasis pada paradigma object oriented.

UML adalah salah satu tool / model untuk merancang pengembangan software yang berbasis object oriented.


UML adalah sebuah bahasa standar untuk pengembangan sebuah software yang dapat menyampaikan bagaimana membuat dan membentuk model-model, tetapi tidak menyampaikan apa dan kapan model yang seharusnya dibuat yang merupakan salah satu proses implementasi pengembangan software.

UML tidak hanya merupakan sebuah bahasa pemograman visual saja, namun juga dapat secara langsung dihubungkan ke berbagai bahasa pemograman, seperti JAVA, C++, Visual Basic, atau bahkan dihubungkan secara langsung ke dalam sebuah object-oriented database.


Untuk dapat memahami UML membutuhkan bentuk konsep dari sebuah bahasa model, dan mempelajari 3 (tiga) elemen utama dari UML, seperti building block, aturan-aturan yang menyatakan bagaimana building block diletakkan secara bersamaan, dan beberapa mekanisme umum (common).

Building blocks

Tiga macam yang terdapat dalam building block adalah :


  • Benda/Things

Adalah abstraksi yang pertama dalam sebuah model


  • Hubungan/Relationships

Sebagai alat komunikasi dari benda-benda


  • Bagan/Diagrams

Sebagai kumpulan / group dari benda-benda/things



BAGIAN-BAGIAN UML
Bagian-bagian utama dari UML adalah view, diagram, model element, dan general mechanism.
a. View
View digunakan untuk melihat sistem yang dimodelkan dari beberapa aspek yang berbeda. View bukan melihat grafik, tapi merupakan suatu abstraksi yang berisi sejumlah diagram.
Beberapa jenis view dalam UML antara lain: use case view, logical view, component view, concurrency view,dan deployment view.
b. Use case view
Mendeskripsikan fungsionalitas sistem yang seharusnya dilakukan sesuai yang diinginkan external actors. Actor yang berinteraksi dengan sistem dapat berupa user atau sistem lainnya.
View ini digambarkan dalam use case diagramsdan kadang-kadang dengan activity diagrams. Viewini digunakan terutama untuk pelanggan, perancang (designer), pengembang (developer), dan penguji sistem (tester).
c. Logical view
Mendeskripsikan bagaimana fungsionalitas dari sistem, struktur statis (class, object,danrelationship ) dan kolaborasi dinamis yang terjadi ketika object mengirim pesan ke object lain dalam suatu fungsi tertentu.
View ini digambarkan dalam class diagrams untuk struktur statis dan dalam state, sequence, collaboration, dan activity diagram untuk model dinamisnya. View ini digunakan untuk perancang (designer) dan pengembang (developer).
d. Component view
Mendeskripsikan implementasi dan ketergantungan modul. Komponen yang merupakan tipe lainnya dari code module diperlihatkan dengan struktur dan ketergantungannya juga alokasi sumber daya komponen dan informasi administrative lainnya.
View ini digambarkan dalam component view dan digunakan untuk pengembang (developer).
e. Concurrency view
Membagi sistem ke dalam proses dan prosesor.View ini digambarkan dalam diagram dinamis (state, sequence, collaboration, dan activity diagrams) dan diagram implementasi (component dan deployment diagrams) serta digunakan untuk pengembang (developer), pengintegrasi (integrator), dan penguji (tester).
f. Deployment view
Mendeskripsikan fisik dari sistem seperti komputer dan perangkat (nodes) dan bagaimana hubungannya dengan lainnya.
View ini digambarkan dalam deployment diagramsdan digunakan untuk pengembang (developer), pengintegrasi (integrator), dan penguji (tester).
g. Diagram
Diagram berbentuk grafik yang menunjukkan simbol elemen model yang disusun untuk mengilustrasikan bagian atau aspek tertentu dari sistem. Sebuah diagram merupakan bagian dari suatu view tertentu dan ketika digambarkan biasanya dialokasikan untuk view tertentu. Adapun jenis diagram antara lain :
1. Use Case Diagram
Use case adalah abstraksi dari interaksi antara system dan actor. Use case bekerja dengan cara mendeskripsikan tipe interaksi antara user sebuah system dengan sistemnya sendiri melalui sebuah cerita bagaimana sebuah system dipakai. Use casemerupakan konstruksi untuk mendeskripsikan bagaimana system akan terlihat di mata user. Sedangkan use case diagram memfasilitasi komunikasi diantara analis dan pengguna serta antara analis dan client.
2. Class Diagram
Class adalah dekripsi kelompok obyek-obyek dengan property, perilaku (operasi) dan relasi yang sama. Sehingga dengan adanya class diagram dapat memberikan pandangan global atas sebuah system. Hal tersebut tercermin dari class- class yang ada dan relasinya satu dengan yang lainnya. Sebuah sistem biasanya mempunyai beberapa class diagram. Class diagram sangat membantu dalam visualisasi struktur kelas dari suatu system.
3. Component Diagram
Component software merupakan bagian fisik dari sebuah system, karena menetap di komputer tidak berada di benak para analis. Komponent merupakan implementasi software dari sebuah atau lebih class. Komponent dapat berupa source code, komponent biner, atau executable component. Sebuah komponent berisi informasi tentang logic class atau class yang diimplementasikan sehingga membuat pemetaan dari logical view ke component view.Sehingga component diagram merepresentasikan dunia riil yaitu component software yang mengandung component, interface dan relationship.
4. Deployment Diagram
Menggambarkan tata letak sebuah system secara fisik, menampakkan bagian-bagian software yang berjalan pada bagian-bagian hardware, menunjukkan hubungan komputer dengan perangkat (nodes) satu sama lain dan jenis hubungannya. Di dalam nodes,executeable component dan object yang dialokasikan untuk memperlihatkan unit perangkat lunak yang dieksekusi oleh node tertentu dan ketergantungan komponen.
5. State Diagram
Menggambarkan semua state (kondisi) yang dimiliki oleh suatu object dari suatu class dan keadaan yang menyebabkan state berubah. Kejadian dapat berupa object lain yang mengirim pesan. State class tidak digambarkan untuk semua class, hanya yang mempunyai sejumlah state yang terdefinisi dengan baik dan kondisi class berubah oleh stateyang berbeda.
6. Sequence Diagram
Sequence Diagram digunakan untuk menggambarkan perilaku pada sebuah scenario. Kegunaannya untuk menunjukkan rangkaian pesan yang dikirim antara object juga interaksi antaraobject, sesuatu yang terjadi pada titik tertentu dalam eksekusi sistem.
7. Collaboration Diagram
Menggambarkan kolaborasi dinamis sepertisequence diagrams. Dalam menunjukkan pertukaran pesan, collaboration diagrams menggambarkan objectdan hubungannya (mengacu ke konteks). Jika penekannya pada waktu atau urutan gunakansequencediagrams, tapi jika penekanannya pada konteks gunakan collaboration diagram.
8. Activity Diagram
Menggambarkan rangkaian aliran dari aktivitas, digunakan untuk mendeskripsikan aktifitas yang dibentuk dalam suatu operasi sehingga dapat juga digunakan untuk aktifitas lainnya seperti use caseatau interaksi.
Tujuan Penggunaan UML
  1. Memberikan bahasa pemodelan yang bebas dari berbagai bahas pemrograman dan proses rekayasa.
  2. Menyatukan praktek-praktek terbaik yang terdapat dalam pemodelan.
  3. Memberikan model yang siap pakai, bahsa pemodelan visual yang ekspresif untuk mengembangkan dan saling menukar model dengan mudah dan dimengerti secara umum.
  4. UML bisa juga berfungsi sebagai sebuah (blue print) cetak biru karena sangat lengkap dan detail. Dengan cetak biru ini maka akan bias diketahui informasi secara detail tentang coding program atau bahkan membaca program dan menginterpretasikan kembali ke dalam bentuk diagram (reserve enginering).
Perangkat lunak yang mendukung pembuatan diagaram UML
  1. StarUML (http://staruml.sourceforge.net/en/)
StarUML adalah sebuah proyek open source untuk mengembangkan cepat, fleksibel, extensible, featureful, dan bebas-tersedia UML / platform MDA berjalan pada platform Win32.Tujuan dari proyek StarUML adalah untuk membangun sebuah alat pemodelan perangkat lunak dan juga platform yang menarik adalah pengganti alat UML komersial seperti Rational Rose, Bersama dan sebagainya
Acceleo adalah generator kode yang mengubah model menjadi kode. Acceleo mudah digunakan dan menyediakan “dari rak” generator (Jee,. Bersih, Php …) dan template editor untuk Eclipse.
ArgoUML adalah open source UML modeling tool terkemuka dan termasuk dukungan untuk semua diagram UML standar 1,4. Ini berjalan pada setiap platform Java dan tersedia dalam bahasa sepuluh. ArgoUML ditulis seluruhnya di Jawa dan menggunakan Java Kelas Foundation.Hal ini memungkinkan ArgoUML untuk berjalan di hampir semua platform

ReadMore...