rss
email
twitter
facebook

Thursday, May 30, 2013

Modus-modus Kejahatan dalam Teknologi Informasi

Tidak selamanya perkembangan teknologi hanya membawa segi positif bagi kehidupan manusia, terdapat segi negative yang ada seperti pornografi yang banyak beredar di media Internet sehingga masyarakat pun tidak bisa berbuat banyak. Namun masalah pornografi hanyalah sebagian kecil nilai negative dari perkembangan teknologi khususnya internet, terdapat suatu hal negative yang lebih serius yaitu:

•    Cybercrime
•    Kejahatan Mayantara ( Barda Nawawi A.)
•    Computer Crime
•    Computer Abuse
•    Computer Fraud
•    Computer Related Crime dll

Cybercrime adalah perbuatan melawan hukum yang dilakukan dengan menggunakan internet yang berbasis pada kecanggihan teknologi komputer dan telekomunikasi ( Teguh Wahyono, S. Kom, 2006 )

Karakteristik Cybercrime

Selama ini dalam kejahatan konvensional, dikenal adanya dua jenis kejahatan sebagai berikut:

1.Kejahatan kerah biru (blue collar crime)
Kejahatan ini merupakan jenis kejahatan atau tindak kriminal yang dilakukan secara konvensional seperti misalnya perampokkan, pencurian, pembunuhan dan lain-lain.

2.Kejahatan kerah putih (white collar crime)
Kejahatan jenis ini terbagi dalam empat kelompok kejahatan, yakni kejahatan korporasi, kejahatan birokrat, malpraktek, dan kejahatan individu.

Cybercrime sendiri sebagai kejahatan yang muncul sebagai akibat adanya komunitas dunia maya di internet, memiliki karakteristik tersendiri yang berbeda dengan kedua model di atas. Karakteristik unik dari kejahatan di dunia maya tersebut antara lain menyangkut lima hal berikut:

1. Ruang Lingkup kejahatan
Ruang lingkup yang bersifat global ( melintasi batas negara ) menyebabkan sulit menentukan yuridiksi hukum negara mana yang berlaku terhadapnya.

2.   Sifat Kejahatan
Kejahatan dibidang ini tidak menimbulkan kekacauan yang mudah terlihat (non-violence) , sehingga ketakutan terhadap kejahatan tersebut tidak mudah timbul.

3.   Pelaku Kejahatan
Pelaku kejahatan ini tidak mudah didentifikasi, namun memiliki cirri khusus yaitu pelakunya menguasai penggunaan internet / komputer.

4. Modus Kejahatan
Modus kejahatan hanya dapat dimengerti oleh orang yang mengerti dan menguasai bidang teknologi informasi.

5. Jenis Kerugian
Kerugian yang ditimbulkan lebih luas, termasuk kerugian dibidang politik, ekonomi, sosial dan budaya.

Jenis-jenis Cybercrime

1. Cybercrime berdasarkan JENIS AKTIFITAS

a. Unauthorized Acces
Kejahatan yang terjadi ketika seseorang memasuki atau menyusup kedalam suatu sistem jaringan komputer sedara tidak sah, tanpa izin atau tanpa sepengetahuan dari pemilik sistem jaringan komputer yang dimasukinya, contoh : Probing dan Port Scanning

b.  Illegal Contents
Kejahatan yang dilakukan dengan memasukkan data atau informasi ke internet tentang sesuatu hal yang tidak benar, tidak etis, dan dapat dianggap melanggar hukum atau mengganggu ketertiban umum, contoh :  penyebarluasan pornografi,  isu-isu / fitnah terhadap individu ( biasanya public figure).

c. Penyebaran virus secara sengaja
Penyebaran virus pada umumnya dilakukan dengan menggunakan email. Sering kali orang yang sistem emailnya terkena virus tidak menyadari hal ini. Virus ini kemudian dikirimkan ke tempat lain melalui emailnya.

d. Data Forgery
Kejahatan yang dilakukan dengan tujuan memalsukan data pada dokumen-dokumen penting yang ada di internet, biasanya dimiliki oleh institusi atau lembaga yang memiliki situs berbasis web database.

e.  Cyber Espionage, Sabotage and Extortion
Cyber Espionage merupakan kejahatan yang memanfaaatkan jaringan internet untuk melakukan kegiatan mata-mata terhadap pihak lain, dengan memasuki sistem jaringan komputer pihak sasaran. Sabotage and  Extortion merupakan jenis kejahatan yang dilakukan dengan membuat gangguan, perusakan atau penghancuran terhadap suatu data, program komputer atau sistem jaringan komputer yang terhubung dengan internet.

f. Cyberstalking
Kejahatan yang dilakukan untuk mengganggu atau melecehkan seseorang dengan memanfaatkan komputer, misalnya dengan melakukan teror melalui pengiriman e-mail secara berulang-ulang tanpa disertai identitas yang jelas.

g.  Carding
Kejahatan yang dilakukan untuk mencuri nomor kartu kredit milik orang lain dan digunakan dalam transaksi perdagangan di internet.

h.  Hacking dan Cracking
Hacker sebenarnya memiliki konotasi yang netral, namun bila kemampuan penguasaan sistem komputer yang tinggi dari seorang hacker ini disalah-gunakan untuk hal negatif, misalnya dengan melakukan perusakan di internet maka hacker ini disebut sebagai cracker. Aktifitas cracking di internet  meliputi pembajakan account milik orang lain, pembajakan situs web, probing, penyebaran virus, hingga pelumpuhan target sasaran ( menyebabkan hang, crash).

i. Cybersquatting and Typosquatting
Cybersquatting merupakan kejahatan yang dilakukan dengan mendaftarkan domain nama perusahaan orang lain dan kemudian berusaha menjualnya kepada perusahaan tersebut dengan harga yang lebih mahal. Pekerjaan ini mirip dengan calo karcis. Typosquatting adalah kejahatan dengan membuat domain plesetan yaitu domain yang mirip dengan nama domain orang lain, biasanya merupakan nama domain saingan perusahaan.

j. Hijacking
Hijacking merupakan kejahatan pembajakan terhadap hasil karya orang lain, biasanya pembajakan perangkat lunak (Software Piracy).

k. Cyber Terorism
Kejahatan yang dilakukan untuk mengancam pemerintah atau warga negara, termasuk cracking ke situs pemerintah atau militer.

2.  Cybercrime berdasarkan MOTIF KEGIATAN

a. Cybercrime sebagai tindakan murni kriminal
Kejahatan ini murni motifnya kriminal, ada kesengajaan melakukan kejahatan, misalnya carding yaitu pencurian nomor kartu kredit milik orang lain untuk digunakan dalam bertransaksi di internet.

b. Cybercrime sebagai kejahatan “abu-abu”
Perbuatan yang dilakukan dalam jenis ini masuk dalam “wilayah abu-abu”, karena sulit untuk menentukan apakah hal tersebut merupakan kriminal atau bukan mengingat motif kegiatannya terkadang tidak dimaksudkan untuk berbuat kejahatan, misalnya Probing  atau portscanning yaitu tindakan pengintaian terhadap sistem milik orang lain dengan mengumpulkan informasi sebanyak mungkin, namun data yang diperoleh berpotensi untuk dilakukannya kejahatan.

3.  Cybercrime berdasarkan SASARAN  KEJAHATAN

a. Cybercrime yang menyerang individu (Against Person )
Jenis kejahatan ini sasaran serangannya adalah perorangan / individu yang memiliki sifat atau kriteria tertentu sesuai tujan penyerangan tersebut, contoh : Pornografi, Cyberstalking, Cyber-Tresspass.

b. Cybercrime menyerang Hak Milik ( Against Property )
Kejahatan yang dilakukan untuk mengganggu atau menyerang hak milik orang lain, contoh : pengaksesan komputer secara tidak sah, pencurian informasi, carding, cybersquatting, typosquatting, hijacking, data forgery.

c. Cybercrime Menyerang Pemerintah ( Against Government )
Kejahatan ini dilakukan dengan tujuan khusus penyerangan terhadap pemerintah, contoh : cyber terorism, craking ke situs resmi pemerintah.

Kasus-kasus computer crime atau cyber crime

1. Fake Site
Kejahatan ini dilakukan dengan cara membuat situs palsu yang bertujuan untuk mengecoh orang yang mengakses situs tersebut yang bertujuan untuk mendapatkan informasi seseorang dengan membuat situs palsu yang tampilannya hamper sama dengan situs aslinya.

2. Membajak situs
Ini merupakan salah satu jenis cyber crime dengan melakukan mengubah halaman web yang dikenal dengan istilah DEFACE, kejahatan ini dapat dilakukan dengan mengekploitasi lubang keamanan.

3. Pencurian dan penggunaan account Internet milik orang lain
Salah satu kesulitan dari sebuah ISP (Internet Service Provider) adalah adanya account pelanggan mereka yang dicuri dan digunakan secara tidak sah. Berbeda dengan pencurian yang dilakukan secara fisik, pencurian account cukup menangkap user id dan password saja. Hanya informasi yang dicuri. Sementara itu orang yang kecurian tidak merasakan hilangnya benda yang dicuri. Pencurian baru terasa efeknya jika informasi ini digunakan oleh yang tidak berhak. Akibat dari pencurian ini, penggunan dibebani biaya penggunaan acocunt tersebut. Kasus ini banyak terjadi di ISP. Namun yang pernah diangkat adalah penggunaan account curian oleh dua Warnet di Bandung.

4. Denial of Service (DoS) dan Distributed DoS (DDos) attack
DoS attack merupakan serangan yang bertujuan untuk melumpuhkan target (hang, crash) sehingga dia tidak dapat memberikan layanan. Serangan ini tidak melakukan pencurian, penyadapan, ataupun pemalsuan data. Akan tetapi dengan hilangnya layanan maka target tidak dapat memberikan servis sehingga ada kerugian finansial. Bagaimana status dari DoS attack ini? Bayangkan bila seseorang dapat membuat ATM bank menjadi tidak berfungsi. Akibatnya nasabah bank tidak dapat melakukan transaksi dan bank (serta nasabah) dapat mengalami kerugian finansial. DoS attack dapat ditujukan kepada server (komputer) dan juga dapat ditargetkan kepada jaringan (menghabiskan bandwidth). Tools untuk melakukan hal ini banyak tersebar di Internet. DDoS attack meningkatkan serangan ini dengan melakukannya dari berberapa (puluhan, ratusan, dan bahkan ribuan) komputer secara serentak. Efek yang dihasilkan lebih dahsyat dari DoS attack saja.

Cyberlaw
Cyberlaw adalah peraturan yang berkaitan dengan perbuatan melawan hukum di bidang TI / dunia maya (cyberspace). Cyberlaw sangat diperlukan dalam menanggulangi Cybercrime yang sudah marak, dikarenakan Cybercrime belum sepenuhnya terakomodasi dalam peraturan/ Undang-undang yang ada, penting adanya perangkat hukum khusus mengingat karakter dari cybercrime ini berbeda dari kejahatan konvensional.

Sanksi Pelanggaran Etika dibidang TI  :
1. Sanksi Sosial
2. Sanksi Hukum

Ruang  lingkup Cyberlaw   menurut Jonathan Rosenoer (Mas Wigrantoro Roes Setiyadi, 2003) :

1. Hak Cipta (Copy Rights);
2. Hak Merek (Trademark);
3. Pencemaran nama baik (Defamation);
4. Fitnah, penistaan, penghinaan (Hate Speech);
5. Serangan terhadap fasilitas komputer (H acking, Viruses, Illegal Access);
6. Pengaturan Sumberdaya Internet sepe rti IP-address, Domain Name, dll
7. Kenyamanan Individu / Privasi (Privacy);
8. Prinsip kehati-hatian (Duty Care), termasuk dalam hal ini adalah negligence
(pengabaian);
9. Tindakan kriminal (Criminal Liability)  biasa yang menggunakan TI sebagai alat;
10. Isu prosedural, seperti jurisdiksi, pembuktian, penyidikan, dan lain-lain;
11. Kontrak / Transaksi elektronik dan tanda tangan digital/ elektronik;
12. Pornografi, termasuk pornografi anak-anak;
13. Pencurian melalui Internet;
14. Perlindungan konsumen;
15. Pemanfaatan Internet dalam aktiv itas keseharian manusia, seperti e-perdagangan, e-penyelenggaraan-negara, e-perpajak an, e-pendidikan, e-layanan-kesehatan, dan lain sebagainya.


sumber:
mkusuma.staff.gunadarma.ac.id/
pujianto.blog.ugm.ac.id

nina_mr.staff.gunadarma.ac.id/

ReadMore...

Friday, May 10, 2013

Pengertian Estimasi

Estimasi adalah suatu metode dimana kita dapat memperkirakan nilai dari suatu populasi dengan menggunakan nilai dari sampel. Estimator adalah nilai pendugaan/suatu data statistik, sebagai sampel yang digunakan untuk mengisi suatu parameter.

Estimator merupakan statistik yang digunakan untuk mengestimasi sebuah parameter meliputi beberapa kriteria ini :

  • estimator tak bias
  • estimator konsisten
  • estimator terbaik

Estimate merupakan nilai (value) tertentu dari estimator. Jenis-jenis estimate, yaitu :

  1. Estimasi Titik - Nilai yang berfungsi untuk suatu pendugaan dari parameter populasi.
  2. Estimasi Interval - Interval yang menyatakan keberadaan dari suatu parameter populasi. 


Berikut ini adalah sebuah contoh perhitungan keuntungan berdasarkan asumsi harga jual ke konsumen yang selama ini sudah berlaku di masyarakat di beberapa wilayah  :

Misalkan anda pesan boneka kepada kami 80 pcs boneka yang terdiri dari :

Teddy bear super jumbo @ 30 pcs x Rp.115.000   = Rp. 3.450.000
Minie mouse                   @ 20 pcs x Rp. 95.000    = Rp. 1.900.000
Doraemon                       @ 15 pcs x Rp. 95.000    = Rp. 1.425.000
Kelinci Jumbo                 @15 pcs x  Rp. 75.000   = Rp. 1.125.000   +
                                                       Sub Total                 Rp.7.900.000
     Ongkos  Kirim  (asumsi)                                           Rp.   500.000   +
                                                            Total Modal       Rp.8.400.000


    Perkiraan / asumsi keuntungan yang di peroleh berdasar harga jual ke konsumen yang sudah umum di masyarakat :
    **  Catatan harga di luar pulau jawa biasanya lebih tinggi  **

    Teddy bear super jumbo @ 30 pcs x Rp.180.000    = Rp. 5.400.000
    Minie mouse                   @ 20 pcs x Rp.150.000    = Rp. 3.000.000
    Doraemon                       @ 15 pcs x Rp.150.000    = Rp. 2.250.000
    Kelinci Jumbo                 @15 pcs x  Rp.130.000    = Rp. 1.950.000  + 
                                             Total Hasil Penjualan         Rp.12.600.000

      Jadi keuntungan yang dapat anda peroleh dari asumsi perhitungan di atas yaitu  :

      Total Hasil Penjualan  -   Total Modal  = Laba / keuntungan

          (  Rp. 12.600.000  -    Rp.8.400.000    =  Rp. 4.200.000  ) 

      ReadMore...

      Thursday, May 9, 2013

      Vclass Pengelolaan proyek SI


      Rencana Tes Penerimaan

      Pre Test

      Menurut Anda seberapa penting dilakukan tes penerimaan terhadap sistem yang dibuat? Jelaskan jawaban Anda.

      Jawaban Saya,
      Menurut saya penting dilakukan suatu tes penerimaan terhadap suatu sistem baru yang dibuat karena dengan dilakukannya tes terhadap sistem maka kita dapat mengetahui apakah sistem yang kita kembangkan telah sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan oleh user, apakah sistem yang dibangun berjalan dengan semestinya dan sesuai dengan apa yang pengembang harapakan. Maka dengan begitu kita akan mendapatkan suatu bukti penerimaan dari user atas produk yang kita buat.

      Post Test

      Apa saja yang perlu dicek pada kegiatan 'Rencana Penerimaan'? Sebut dan jelaskan.

      Jawaban Saya,
      Tujuan dari suatu penerimaan adalah untuk adanya suatu pengakuan baik tertulis maupun lisan dari user mengenai suatu produk yang dikirim telah sesuai dengan yang diinginkan oleh user dan dijanjikan oleh pengembang.

      Tahap-tahap yang terdapat dalam Rencana Tes Penerimaan :
      1. Periode percobaan atau Parallel Run
      Merupakan pendekatan yang paling umum dilakukan untuk penerimaan. Dengan menggunakan "Periode Percobaan" maka tim proyek akan lebih mudah memasang sistem baru untuk dicoba oleh user. "Parallel Run" berguna untuk menambahkan dimensi untuk peralihan dari sistem lama yang sudah berjalan dengan baik sebagai perbandingan dan cadangan.

      2. Penerimaan yang lengkap sedikit demi sedikit
      Manfaat pendekatan ini adalah :

      Mampu mendemonstrasikan seluruh fungsi yang telah dijanjikan.
      Semua tindakan yang menyebabkan suatu masalah selalu diketahui dengan tepat siapa yang mengetik ketika suatu masalah terjadi.
      User tidak akan merasa takut tentang semuanya.


      3. Memastikan Bahwa Semua yang Dijanjikan Akan di Uji
      Untuk memastikan semua yang dijanjikan akan di tes secara langsung melalui spesifikasi dari fungsi halaman demi halaman, paragraf,  dan buat daftar menu fungsi yang dapat di tes.

      4. Menggunakan Design
      Dengan menggunakan design maka akan membantu dalam mengelompokkan tes ke dalam serangkaian tes dalam mendemonstrasikan fungsi.

      5. Menulis Percobaan
      Tahapan ini dilakukan pada saat anda merasa sudah siap untuk menentukan bagaimana anda akan melakukan pengujian item ketika suatu pengisian pada metode percobaan.

      6. Daftar Rencana Tes Penerimaan

      Definisi percobaan dan kumpulan percobaan.
      Tanggung jawab untuk menulis percobaan.
      Klien dan Tim sama-sama mengetahui bahwa ATP akan ditinjau kembali, direvisi jika perlu dan di tanda tangani user.
      Hasilkan fungsi VS Tabel Percobaan.
      Tanggung jawab atas percobaan yang telah dikerjakan.

      7. Kesimpulan Untuk Rencana Tes Penerimaan
      Anjurkan user untuk menulis ATP jika dia mampu, hal ini bertujuan agar dia merasa mengawasi tim proyek yang membangun harus melalui percobaan.

      8. Kesimpulan Untuk Tahap Design

      Dokumen spesifikasi design memuat design akhir dari tingkatan paling atas melalui design tingkatan menengah.
      Tanggung jawab ATP disahkan dan dimulai.
      Rencana suatu proyek.

      ReadMore...

      Mobile GIS

      Mobile GIS yang pertama di mobile:

      2GIS: maps & business listings

      Diskripsi:
      Memang aplikasi ini tidak jauh berbeda dari aplikasi gis mobile seperti yang lainnya. Namun bedanya aplikasi mobile yang satu ini berorientasi pada bisnis. Seperti mencari perusahaan yang sedang dicari, menemukan kontak nomornya, menemukan suatu lokasi peta kota apakah itu melalui darat, laut.
      Aplikasi ini memungkinkan kita mendapatkan informasi terudpate, namun saat ingin me-running aplikasinya tidak perlu melakukan sambungan ke internet. Cukup update jika memang diperlukan saja.
      Sayangnya informasi yang lainnya tidak terungkap.

      GIS View

      Diskripsi:
      Aplikasi ini bukan hanya data pemetaan file viewer. Hal ini juga file organizer. Anda dapat menempatkan file proyek di sub folder yang berbeda sehingga Anda dapat dengan mudah menemukan mereka. Aplikasi ini menyediakan Anda mengajukan pemilahan fitur sehingga Anda dapat menemukan model Anda dengan cepat.
      Anda dapat mengurutkan berdasarkan nama file atau waktu pembuatan file. Aplikasi ini menyediakan fungsi unzip. Anda dapat menggunakannya untuk unzip file dan melihat mereka dengan mudah. Jika Anda perlu berbagi 3D model dengan teman Anda, rekan kerja, klien atau mitra, Anda dapat menggunakan di-app fitur email untuk mengirim model Anda keluar sebagai lampiran email.
      Sangat disayangkan sekali aplikasi  ini tidak terpecahkan sumber detail tool2nya. Namun, aplikasi ini tidak gratis, melainkan berbayar.

      ReadMore...

      Web GIS


      Dalam kesempatan ini saya membahas beberapa contoh Web GIS yang ada didalam negeri maupun luar negeri:
      1. Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan

      web ini merupakan milik kementrian kehutanan RI

      Fitur yang terdapat pada web ini :

      PETA INTERAKTIF
      Peta Interaktif adalah penyajian peta dengan media web yang mudah digunakan untuk memperoleh informasi spasial. Anda dapat memperoleh informasi spasial tentang kehutanan dengan mudah melalui internet cukup menggunakan browser yang tersedia.

      Services
      SERVICES adalah penyajian peta interaktif dengan berbagai macam format yang dapat dibuka menggunakan berbagai macam software sehingga memudahkan user untuk memperoleh informasi. SERVICES ini dapat dibuka menggunakan software sebagai berikut:
      ArcGIS, ArcGIS Explorer, ArcGIS JavaScript, Google Earth dan Virtual Earth

      Peta Cetak
      Peta Cetak adalah peta yang sudah dilayout dalam bentuk softcopy dan siap untuk di download/print. Peta ini berformat PDF atau JPEG.

      Download
      File/Folder ini berisi informasi tentang Kamus Data, Pedoman Penggunan, peraturan terkait serta software pendukung Jaringan Data Spasial Kementerian Kehutanan

      Manual
      Berisi tentang pedoman-pedoman dalam penggunaan webgis ini

      Teknologi yang digunakan :
      ArcGIS, ArcGIS Explorer, ArcGIS JavaScript, Google Earth dan Virtual Earth

      Bahasa Pemrogaman :
      website menggunakan asp

      Web GIS yang kedua http://geoservices.tamu.edu/
      Layanan yang tersedia
      Dalam web tersebut, menyediakan berbagai layanan yang sangat berguna, seperti :
      • Geocoding
      Mengkonversi alamat postal ke dalam titik koordinat geografi menggunakan penelitian teknologi geocoding yang telah dikembangkan.
      • Address Processing
      Melakukan parsing, normalisasi bentuk serta memvalidasi alamat data postal yang sudah di submit.
      • Geocode Correction
      Secara interaktif membetulkan lokasi dari kode-kode Geo menggunakan peta interface web based.
      • Polygon Tracing
      Melakukan pemanggilan jejak kembali secara interaktif dan menyimpan database geografical polygon menggunakan web based peta interface.
      • Shortest Path
      Kalkulasi jarak terdekat suatu path diantara 2 titik dari waktu jarak tempuh yang ditentukan.
      Teknologi yang digunakan
      • GeoCode
      • MapServer
      • GeoMapping
      • GeoCoding
      • Polygon Tracing
      Bahasa Pemrogaman
      • Website menggunakan asp
      • Engine apps diperkirakan JAVA, karena setelah saya muter2 ngecek satu-satu dan mendapat source geocoding JAVA API yang terletak di googlecode arsipnya

      ReadMore...

      Saturday, April 13, 2013

      Tugas SIG: Letak Sekolah pada Google Maps

      Pada tugas SIG kali ini saya akan menampilkan letak sekolah saya yang berada pada jalan alur laut jakarta utara. Berhubung SMK saya sudah terdapat dalam google maps maka yang saya lakukan adalah mengisi search key dengan urutan sebagai berikut:

      (nama sekolah),(nama jalan),(kelurahan),(negara)

      SMK Cikini, Jalan Alur Laut, Rawabadak, Indonesia

      Dan tampilah letak SMK Cikini pada google maps seperti dibawah ini:



      ReadMore...

      Sunday, March 10, 2013

      Pertanyaan SIG: No 4

      Apa yang anda harapkan dari perkuliahan ini dan apa yang anda lakukan untuk mencapai target tersebut?

      Yang saya harapkan penjelasan lebih detail mengenai Sistem Informasi Geografis(SIG) dikarenakan saya masih belum mengerti dengan konsep SIG yang benar serta penerapan yang ada di Indonesia. Untuk mencapainya saya akan masuk kelas terus dan mencari beberapa referensi untuk mendalaminya.

      ReadMore...